Ku Titip Rindu Buatmu
(setiap kali pilihanraya tiba)
Tuan…
Demikian mudahnya tuan menabur janji
Seperti menabur hampa padi
Ke muka tanah yang kontang
Apakah itu suatu tradisi
Berjanji untuk dimungkiri?
Tuan…
Tidak sekali meraih simpati
Kalau sudah itu kewajiban tuan
Cuma yang kami rindukan
…sebuah kebenaran…
yang tuan selindungkan dan kelirukan
Tuan…
Tuan kepada kami umpama pohon rendang
Di bawahnya kami menumpang teduh
Tetapi apalah ertinya
Jika pucuk saja menjulang
Sedang akar di tanah mencakar kekeringan
Tuan…
Rasanya kami punya hak
Untuk bersuara
Untuk merealisasikan janji tuan
Demi kebaikan sebuah daerah
Yang sama-sama kita cintai
Tuan…
Setiap kali pilihanraya tiba
Telah kami fahami nilai pangkah
Dan kami maklumi sinonim manifestomu.
No comments:
Post a Comment