Tuesday, August 21, 2007

Cerita Lewat Jendela Skype
(Ada Apa Denganmu)
Suatu senja tika angin bertiup segar
Aku duduk sendirian di hujung kamar
Dengan mata polos merenungi dada skrin komputer
Jejari nakal mula mencari sasar
Merisik khabar atau sekadar meredakan gusar
Lantas ku ketuk satu satu papan kekunci
Di hati bertanya apa ku cari
Ku layar skype dan mula meneliti
Hingga satu nama ku temui
Nama yang ku kira penuh misteri
Dan jariku mula melatah lagi
Ku klik add dengan harapan kau sudi
Sejak itu aku mula mengintai
Melihat namamu saban hari
Tiada keberanian untuk menegurmu
Walau hanya sepatah kata
Apa lagi sebaris ayat.
Hari-hari namamu tetap setia di situ
Seakan menguji kesabaranku
Dan aku semakin resah
Lantas ku tanyai diriku;
Haruskah ku sapa dirimu
Patutkah ku ucapkan salam pembuka bicara
Atau perlukah aku buang jauh dari pandangan
Persoalan mula menujahi hatiku
”Ada apa denganmu”
Bila terima kata pertama darimu
Senyum tersungging melulu
Namun ku uji dirimu dulu
Lalu ku pancing resah di kalbumu
Ingin ku duga sejauhmana kesungguhanmu
Hari-hari berlalu bagaikan menggaru
Dudukmu mula terganggu
Berdiripun bagai tak bersepatu
Baringmu serasa di atas tungku
Dan aku...
Aku mahu kau tahu
Kau bagiku bagaikan bebayang
Makin diusir semakin hampir
Datangmu seakan menguji
Mengelak ke sisi terlanggar bahu
Merempuh ke depan bertembung dahi
Mengundur ke belakang tersandung kaki
Mendongak ke atas terhantuk jua
Aku tertewas jua oleh auramu
Ku balas bicara bersendi adat
Ku sambut salam berlapik syara’
Kita mula mengorak setapak
Dari sepatah jadi sebabak.
Masih aku tertanya-tanya
”Ada apa denganmu”
Petah kau mematah bicaraku
Tangkas kau melipat hujahku
Membuat aku terbius kaku dan leku
’Ada apa denganmu?’

Piatu Sujana
8 OGOS 2007
UKM bangi

Bila Angin Sepoi Mula Berbahasa

Bila Angin Sepoi Mula Berbahasa

Aku sudah petah bicara sendirian
lantaran kunjunganmu bagai semilir angin
manja mengelus pipiku dan berlalu begitu dingin
hingga ketikanya aku begitu yakin
takhta buana ini milikmu mungkin
kerana belakangan ini angin sepoi mula berbahasa
resahku mendadak menggelegak di pundak rasa
engkaukah itu yang menggodaknya
engkaukah itu yang meradaknya
engkaukah itu yang melantaknya


Bila angin sepoi mula berbahasa
ia bercerita tentang dirimu
ada rahsia menjadi berita
ada rasa menjadi cerita
ditiupnya api menjadi cinta
disiramnya air menjadi rindu
dan ia mengalir dari matamu ke hatiku

bila angin sepoi mula berbahasa
ia mengetuk lewat jendela
ia mengocak teduh resahmu
ia menggoncang tenang gundahmu
ia memancing aman gusarmu
bila resah merusuh
bila gundah melatah
bila gusar menggetar
jengoklah lewat jendela ternganga
di sana ada secalit senyum ku tinggalkan
pengubat resah penawar gundah pereda gusar.

Piatu
19 OGOS 2007
Pantai Balok
Kuantan.